1.
Berpikir bahwa semua bisa dilakukan 
Yakinlah, sesuatu yang akan kita kerjakan mampu kita
selesaikan. Artinya, harus optimis. Buang ungkapan bernada pesimis. Misal,
"Saya mungkin bisa mengerjakan". Ganti dengan ungkapan penuh
optimisme. Contoh, "Saya pasti bisa mengerjakannya", "Bagi
saya tidak ada kata menyerah!".
Pernyataan optimis melatih kita berani masuk ke persoalan. Pola pikir pun
berkembang, karena dipaksa memeras otak untuk mewujudkan tekad itu.
|
2. Hilangkan cara berpikir konservatif 
Pola
berpikir konservatif ditandai dengan kekhawatiran untuk menerima perubahan,
meski perubahan itu menguntungkan. Karena ingin mempertahankan gaya
konservatif, perubahan ditanggapi secara dingin, bahkan dipersepsikan
sebagai ancaman. Karena merasa nyaman atau diuntungkan dengan cara
konservatif, ketika dituntut untuk mengubah pola pikir, kita takut akan
mengalami kerugian.
Hendaknya disadari, cara berpikir konservatif memasung pemikiran kreatif
karena pikiran dibekukan oleh sesuatu yang statis. Padahal dalam berpikir
kreatif unsur statis semestinya dihilangkan. Mulailah berpikir dinamis,
dengan terus mengolah pemikiran untuk menemukan pola pikir efektif.
Ada tiga cara mengurangi atau menghilangkan pola berpikir konservatif:
Pertama, terbuka terhadap
masukan. Masukan adalah bahan mentah sangat berharga. Lalu, kita
mengolahnya menjadi "barang jadi" lewat pemikiran kreatif.
Jadi, jangan takut dengan ide, usulan, bahkan kritik. Karena semua itu
merangsang kita berpikir kreatif.
Kedua, mencoba pekerjaan atau hal di luar bidang kita. Untuk
"memperkaya" diri, pola pikir juga perlu menghadapi sesuatu
yang berbeda dari biasanya.
Ketiga, harus proaktif. Kita dituntut "menjemput bola" dalam
menghadapi sesuatu, dan bukan "menunggu bola". Bertindak
proaktif berarti membuat diri bebas memilih tindakan, tentu berdasarkan
perhitungan matang. Ini bisa terjadi kalau kita mempunyai kreativitas
berpikir
|
|
|
0 Response to "Melatih Berpikir Kreatif Untuk Kunci Keberhasilan..."
Post a Comment