Home » Curahan Hati »
Kata Bijak »
Tips Bercinta
» Menanggapi Pertanyaan “Kapan Nikah?” yang Baik & Benar...
Menanggapi Pertanyaan “Kapan Nikah?” yang Baik & Benar...
“Kapan Nikah?” Ya, pertanyaan yang jamak dan selalu terlontar saat pertemuan keluarga besar di hari Raya Lebaran. Bagi yang telah memiliki pasangan, tentunya pertanyaan semacam itu akan sangat mudah untuk dijawab. Namun untuk penyandang status ‘jomblo’ alias masih sendiri, hal tersebut justru menjadi momok yang paling menakutkan, bahkan membuat sebagian penderita jomblo akut menjadi enggan untuk menghadiri pertemuan rutin keluarga besar.
Tidak perlu panik, bila saat ini Anda mengalami masalah seperti yang kami jelaskan di atas. Seorang psikologis klinis sekaligus penulis, Seema Hingorrany, menyampaikan bahwa suatu pernikahan tidak bisa terjadi kecuali kedua pasangan merasa yakin bisa hidup bersama. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk Anda dan pasangan menentukan waktu menikah yang tepat, bukan karena tekanan orang lain. Berikut adalah 6 cara menanggapi pertanyaan “Kapan Nikah?” yang baik dan benar :
Hadapi dengan Senyuman
Saat keluarga besar menanyakan perihal kapan Anda berencana berumah tangga, sambut pertanyaan tersebut dengan senyuman. Meskipun, dalam hati kita merasa bosan dengan pertanyaan monoton yang selalu keluar setiap pertemuan keluarga besar. Yang perlu Anda pahami, terkadang pertanyaan seperti itu hanyalah dimaksudkan untuk mencairkan suasana saja tanpa maksud dan tujuan menyindir status sendiri Anda.
Jangan Menghindar dari Pertanyaan Keluarga & Teman
Seringkali untuk terhindar dari tekanan, Anda terpaksa menghindari sumber tekanan itu, yaitu keluarga dan teman. Wajar bila keluarga dan teman menanyakan kapan Anda menikah di usia yang sudah terbilang matang. Karenanya, jangan pernah menghindar dari pertanyaan yang diajukan oleh mereka. Bila perlu, selipkan candaan untuk minta dicarikan calon pasangan agar suasana yang sempat tegang kembali menjadi cair.
Menjaga Komunikasi
Komunikasi konstan dengan keluarga sangatlah penting. Jangan bersikap defensif karena hal ini hanya akan memperburuk situasi. Usahakan untuk tetap menghadiri pertemuan keluarga, meskipun Anda akan tahu bahwa pertanyaan “Kapan Nikah?” akan sering ditujukan untuk Anda.
Memiliki Rencana Sendiri
Buat rencana dan putuskan apa yang terbaik untuk kehidupan Anda. Cara ini agar Anda dapat menjawab, ketika ditanyakan pertanyaan sakral saat pertemuan keluarga besar. Anda bisa memakai alasan karir atau ingin meneruskan pendidikan terlebih dahulu. Tapi ingat, tetap hadapi setiap pertanyaan dengan tenang dan jangan terpancing emosi.
Tetap Percaya Diri
Dunia tidak akan berubah, meskipun Anda masih menyandang status ‘lajang’. Apapun yang Anda putuskan untuk lakukan, percaya diri saja dan tepati.
Bahan Renungan
Ingat, pernikahan bukanlah sesuatu yang harus diburu-buru. Cobalah renungkan, apa yang Anda inginkan dari kehidupan, terutama tentang pernikahan. Sekali lagi perlu dicatat, pernikahan bukanlah perlombaan.
Artikel Menarik Lain nya
-
Nomor punggung bagi sebagian pemain sepakbola bukanlah perkara besar, namun bagi pemain tertentu bisa jadi hal itu adalah sebuah kehar...
-
Tipe pertama: Jempol kaki lebih panjang dari telunjuk kaki . Umumnya, orang yang memiliki jempol kaki bertipe sep erti ini memiliki...
-
Kalau laki-laki tergila-gila pada seorang perempuan mungkin sudah menjadi hal biasa. Namun kalau seorang wanita bisa tergila-gila deng...
-
Orang yang “sok” pintar adalah orang yang merasa diri pintar tetapi sebenarnya tidak pintar. Dalam fabel China orang seperti ini digamb...
-
Sudah sering disebutkan bahwa melewatkan sarapan adalah kebiasaan buruk yang sebaiknya dihentikan. Namun selain itu, ada banyak rutinita...
-
aura rindu ini begitu terasa entah sudah berapa kali kucoba untuk menepis lintasan bayangmu yang selalu menggodaku sungguh aku ta...
-
Kekasihku jangan macam-macam padaku Cukup satu macam saja kepadaku Jangan terus kau bagi-bagi cintamu Cukup sayangi aku.. Kekasihku ...












0 Response to "Menanggapi Pertanyaan “Kapan Nikah?” yang Baik & Benar..."
Post a Comment